Buku Ajar Defragmenting Struktur Berpikir Pseudo dalam Memecahkan Masalah Matematika
Buku Ajar Defragmenting Struktur Berpikir - Sebuah buku matematika yang satu ini sangat menarik. Buku Matematika ini disusun dengan berdasarkan pengalaman penulis dalam melakukan penelkit6an tentang proses berpikir. Buku ini ditulis oleh Kadek Adi Wibawa, S.Pd., M.Pd
Ucapan terima kasih dari penulis haturkan untuk dua pembimbing penulis, Dr. Subanji, M.Si yang juga meneliti di bidang berpikir pseudo dan memberikan ide untuk memaparkan istilah defragmenting dalam dunia pendidikan dan Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si., Ph.D yang sudah sabar mengoreksi tulisan ini dan memberikan masukan serta pertanyaan-pertanyaan yang bersifat konstruktif.
Tak lupa juga, penulis ucapkan terima kasih kepada Dr. I Nengah Parta, M.Si sebagai validator dan dewan penguji yang dengan serius menggali serta memberikan motivasi pada penulis dan juga memberikan banyak masukan dan dukungan untuk terselesaikannya buku matematika ini.
Hadir dengan 10 bab, yang penulis jabarkan dari bab 0 sampai bab 9. Isi pada bab 0 adalah pengalaman penulis dalam melakukan penelitian proses berpikir, mengapa melakukan penelitian proses berpikir, apa dampaknya bagi penulis, apa semangat penelitian proses berpikir, dan mengapa penelitian ini penting untuk dilakukan.
Baca juga : Buku Ajar Matematika Terapan
Ucapan terima kasih dari penulis haturkan untuk dua pembimbing penulis, Dr. Subanji, M.Si yang juga meneliti di bidang berpikir pseudo dan memberikan ide untuk memaparkan istilah defragmenting dalam dunia pendidikan dan Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si., Ph.D yang sudah sabar mengoreksi tulisan ini dan memberikan masukan serta pertanyaan-pertanyaan yang bersifat konstruktif.
Tak lupa juga, penulis ucapkan terima kasih kepada Dr. I Nengah Parta, M.Si sebagai validator dan dewan penguji yang dengan serius menggali serta memberikan motivasi pada penulis dan juga memberikan banyak masukan dan dukungan untuk terselesaikannya buku matematika ini.
Hadir dengan 10 bab, yang penulis jabarkan dari bab 0 sampai bab 9. Isi pada bab 0 adalah pengalaman penulis dalam melakukan penelitian proses berpikir, mengapa melakukan penelitian proses berpikir, apa dampaknya bagi penulis, apa semangat penelitian proses berpikir, dan mengapa penelitian ini penting untuk dilakukan.
Baca juga : Buku Ajar Matematika Terapan
Pada bab 1 Buku matematika ini menjelaskan mengapa berpikir pseudo penting untuk diteliti, penulis memaparkan tentang apa itu teori berpikir pseudo. Bagaimana contohnya dalam pembelajaran dikelas dan kehidupan sehari-hari?
Bab 2, tentang Defragmenting yang merupakan istilah serapan dari dunia komputer coba dipadukan dengan istilah yang sudah mempuni di bidang pendidikan yaitu re-strukturisasi. Semangat defragmenting sebagai upaya tindak lanjut yang dilakukan penulis setelah menemukan sumber masalah siswa ketika kesulitan dan salah dalam memberikan jawaban. Buku ini juga menjelaskan mengenai defragmentingpada komputer masuk akal (make sense) untuk dibawa ke dunia pendidikan?.
Melalui Bab 3 buku ini, berisi tentang bagaimana proses terjadinya berpikir pseudo-benar dan pseudo-salah pada siswa ketika memecahkan masalah limit fungsi. Pemaparan penulis terkait materi yang diangkat untuk mengungkap terjadinya berpikir pseudo. Materi limit fungsi merupakan kajian yang penting, dasar dari bidang kalkulus, akan tetapi banyak penulis yang menemukan bahwa siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal terkait limit fungsi.
Pada Bab 4, Penulis juga coba untuk memaparkan penelitian “kualitatif murni” yang berdasar pada kemampuan penulis untuk memaparkan data secara deskriptif dan argumentasi yang berdasar. Melalui buku matematika ini penulis memaparkan metode penelitian yang digunakan dalam mengungkap proses berpikir siswa. Metode yang banyak digunakan adalah think out loud (think aloud), metode ini merupakan yang terpenting dalam proses pengambilan data yang dilakukan.
Pada Bab 5, penulis memaparkan bagaimana proses terjadinya berpikir pseudoberdasarkan empat langkah Polya. Teori apa saja yang ditemukan penulis dari pengungkapan proses berpikir yang dilakukan.
Pada Bab 6, penulis mengembangkan teori yang ditemukan pada materi lain. Buku matematika ini juga memberikan sedikit warna di luar teori-teori dalam matematika berupa pengalaman penulis ketika membina olimpiade sering kali menemukan pola-kesalahan yang terjadi.
Pada Bab 7, merupakan rasionalitas istilah defragmenting dapat diterjamahkan dalam mengintervensi siswa ketika salah dalam memberikan jawaban. Defragmenting struktur berpikir dipaparkan berdasarkan data-data yang ditemukan.
Pada Bab 8, penulis memaparkan efektifitas defragmenting yang dilakukan dengan memberikan soal yang “sejenis” pada siswa setelah dilakukan defragmenting. Pengungkapan efektifitas ini dilakukan agar pengguna buku matematika memahami bukti bahwa defragmenting merupakan upaya penataan yang lebih dari sekedar membantu siswa menemukan jawaban yang benar.
Pada akhirnya, Bab 9 atau bab terakhir lebih pada pengembangan defragmentingstruktur berpikir, dimana penulis bertanya, “apakah mungkin defragmenting dilakukan oleh diri sendiri?” kalau mungkin, teori-teori apa saja yang mendasari.
Baca juga : Buku Ajar Statistik

Komentar
Posting Komentar